Masalah biawak yang masuk ke dalam rumah, khususnya bersembunyi di plafon, menjadi keluhan umum bagi banyak pemilik rumah di daerah tropis. Biawak tidak hanya menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan, tetapi juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta risiko kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui cara mengusir biawak dengan bahan alami di plafon, sehingga dapat menjaga kebersihan dan keamanan hunian tanpa harus mengandalkan bahan kimia berbahaya.
Berbeda dengan metode konvensional yang menggunakan racun atau perangkap mekanik, penggunaan bahan alami menawarkan solusi yang ramah lingkungan, aman bagi keluarga dan hewan peliharaan, serta tidak meninggalkan residu berbahaya. Dalam artikel ini, akan dibahas secara mendetail mengenai bahan-bahan alami yang efektif, cara aplikasi yang tepat, serta langkah-langkah pencegahan agar biawak tidak kembali lagi.
Selain itu, kami juga akan mengaitkan beberapa panduan lain yang relevan, seperti cara aman mengusir biawak di plafon rumah tanpa risiko dan tips mengusir biawak tanpa racun di dalam rumah secara efektif, sehingga pembaca mendapatkan gambaran menyeluruh tentang topik ini.
cara mengusir biawak dengan bahan alami di plafon: Panduan Praktis Langkah demi Langkah

5 cara usir ular dan biawak – YouTube
Memahami kebiasaan biawak merupakan kunci utama dalam menentukan strategi pengusiran yang tepat. Biawak cenderung memilih tempat yang gelap, lembab, dan terlindungi, sehingga plafon yang memiliki celah atau retakan menjadi tempat ideal bagi mereka. Berikut ini langkah-langkah sistematis yang dapat Anda ikuti untuk mengusir biawak dengan bahan alami di plafon.
1. Identifikasi Titik Masuk Biawak
Sebelum memulai proses pengusiran, lakukan inspeksi menyeluruh pada seluruh area plafon. Perhatikan tanda-tanda berikut:
- Jejak kotoran atau kotoran berwarna gelap.
- Suara gemerisik di malam hari.
- Retakan atau lubang kecil pada sambungan rangka kayu atau beton.
Setelah menemukan titik masuk, bersihkan area tersebut dengan sikat kering untuk menghilangkan kotoran yang dapat menutupi bau bahan alami yang akan Anda gunakan.
2. Pilih Bahan Alami yang Efektif
Berbagai bahan alami memiliki sifat repelen yang kuat terhadap reptil, termasuk biawak. Berikut beberapa pilihan yang terbukti efektif:
- Cuka Putih: Aroma asam kuat mengganggu penciuman biawak.
- Minyak Kayu Putih (Eucalyptus Oil): Bau menyengat mengusir banyak jenis reptil.
- Bawang Putih: Senyawa allicin yang dihasilkan memiliki efek mengusir serangga dan reptil.
- Daun Peppermint: Minyak essential peppermint mengganggu sistem pernapasan biawak.
- Kapur Barus: Aroma kuat kapur barus dapat menakuti biawak.
3. Membuat Campuran Pengusir
Berikut resep sederhana untuk campuran yang dapat disemprotkan pada plafon:
- Campurkan 200 ml cuka putih dengan 10 tetes minyak kayu putih.
- Tambahkan 2 sendok makan ekstrak bawang putih (bisa dibuat dengan merendam bawang putih yang sudah dihaluskan dalam air selama 24 jam).
- Jika memungkinkan, tambahkan 5 tetes minyak peppermint untuk meningkatkan aroma repelen.
- Aduk rata dan tuangkan ke dalam botol semprot bersih.
4. Aplikasi pada Plafon
Langkah aplikasi harus dilakukan pada malam hari ketika biawak paling aktif. Ikuti prosedur berikut:
- Kenakan sarung tangan dan masker untuk melindungi diri dari bau kuat.
- Semprotkan campuran secara merata pada seluruh permukaan plafon, khususnya pada area yang memiliki retakan atau celah.
- Berikan jeda 10-15 menit, lalu bersihkan sisa cairan dengan kain bersih yang telah dibasahi air.
- Ulangi proses semprot setiap tiga hari selama dua minggu pertama untuk memastikan efektivitas maksimal.
5. Penutup dan Pencegahan Jangka Panjang
Setelah berhasil mengusir biawak, penting untuk menutup kembali titik masuk. Gunakan bahan berikut untuk menutup retakan:
- Semprot semen fleksibel pada celah yang lebih lebar.
- Daun jati atau kayu keras sebagai penutup tambahan pada area yang rentan.
- Plester anti‑rayap yang juga dapat menghalangi masuknya reptil kecil.
Selain menutup fisik, tetap lakukan penyemprotan rutin (sekali sebulan) dengan campuran bahan alami untuk menjaga plafon tetap tidak menarik bagi biawak.
Tips Tambahan yang Memperkuat Efektivitas Cara Mengusir Biawak dengan Bahan Alami di Plafon
Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Biawak Secara Konsisten
Aroma kuat seperti cuka, minyak kayu putih, dan peppermint memiliki efek jangka panjang bila diaplikasikan secara berkala. Anda dapat menambahkan beberapa tetes minyak essential pada kapur barus dan menaburkannya di sudut-sudut plafon.
Manfaatkan Tanaman Pengusir di Sekitar Rumah
Menanam lavender, mint, atau daun jeruk di pekarangan dapat menambah lapisan pertahanan alami. Tanaman-tanaman ini mengeluarkan aroma yang tidak disukai biawak, sehingga mereka cenderung mencari tempat lain.
Perhatikan Kebersihan Lingkungan
Pengendalian serangga dan tikus juga berperan penting karena biawak sering datang untuk memangsa hewan kecil. Pastikan tidak ada sisa makanan terbuka, serta bersihkan sampah secara rutin.
Gunakan Perangkap Non‑Racun Sebagai Cadangan
Jika masih ada individu biawak yang berani masuk, Anda dapat membuat perangkap sederhana menggunakan kotak kayu dan umpan buah atau serangga. Setelah tertangkap, lepaskan biawak tersebut jauh dari rumah (jauhkan minimal 2 km dari area hunian).
Integrasi dengan Solusi Lain di Rumah
Berbagai solusi rumah tangga dapat saling melengkapi. Misalnya, cara mencegah lalat masuk ke dapur yang bersih juga mengurangi kemungkinan serangga menjadi makanan bagi biawak. Begitu pula dengan bahan rumah tangga untuk mengusir lalat dapur, yang dapat dipadukan dengan aroma alami untuk menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi segala jenis hama.
Studi Kasus: Pengalaman Nyata Menggunakan Bahan Alami untuk Mengusir Biawak di Plafon

Penelitian Studi Kasus: Pengertian, Jenis dan Contoh
Salah satu rumah tinggal di Bandung melaporkan bahwa setelah menerapkan metode cara mengusir biawak dengan bahan alami di plafon selama satu bulan, tidak ada lagi tanda kehadiran biawak. Pemilik rumah menyebutkan bahwa kombinasi cuka, minyak kayu putih, dan kapur barus berhasil menurunkan frekuensi suara gemerisik di malam hari. Mereka juga menambahkan bahwa menutup retakan kecil dengan semen fleksibel menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang.
Kasus serupa dilaporkan di Surabaya, di mana pemilik rumah menggunakan tips mengusir biawak tanpa racun di dalam rumah secara efektif. Mereka mencampur minyak peppermint dengan air dan menyemprotkan pada plafon setiap tiga hari. Hasilnya, tidak hanya biawak yang hilang, tetapi juga serangga kecil yang biasanya menjadi sumber makanan biawak berkurang drastis.
FAQ Seputar Cara Mengusir Biawak dengan Bahan Alami di Plafon

Cara Mengusir Biawak Di Rumah Dengan Aman – Mentari Jasa
Apakah bahan alami ini berbahaya bagi manusia atau hewan peliharaan?
Secara umum, bahan alami seperti cuka, minyak kayu putih, dan peppermint aman bila digunakan dalam konsentrasi yang tepat. Namun, tetap gunakan sarung tangan dan ventilasi yang baik selama aplikasi.
Berapa lama efek pengusiran akan terasa?
Efek biasanya muncul dalam 24‑48 jam pertama, tetapi untuk hasil optimal disarankan melakukan penyemprotan rutin selama 2‑3 minggu.
Apakah perlu mengulang proses setelah beberapa bulan?
Ya, karena bau alami dapat memudar seiring waktu. Penyemprotan bulanan akan menjaga plafon tetap tidak menarik bagi biawak.
Bagaimana cara mengatasi bila biawak kembali masuk?
Periksa kembali seluruh titik masuk, tutup semua celah, dan tingkatkan konsentrasi bahan alami pada area yang terdampak.
Dengan menerapkan cara mengusir biawak dengan bahan alami di plafon secara konsisten, Anda tidak hanya melindungi rumah dari kerusakan, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat. Pendekatan alami ini mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya, sekaligus menawarkan solusi yang ekonomis dan mudah diakses oleh siapa pun. Selalu ingat bahwa pencegahan adalah langkah pertama yang paling penting; menutup celah, menjaga kebersihan, dan menggunakan aroma repelen secara teratur akan menjadikan rumah Anda tempat yang tidak diinginkan bagi biawak.