Burung paon pancawarna jantan (Pavo cristatus) memang dikenal dengan keindahan bulu yang memukau serta suara kicau yang khas. Namun, keindahan itu sering kali disertai dengan risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Penyakit pada burung paon pancawarna jantan dapat berkembang cepat jika kondisi kandang, pakan, atau kebersihan tidak optimal. Oleh karena itu, pemilik harus memahami jenis‑jenis penyakit yang paling sering menyerang spesies ini, cara mengenali gejalanya, serta langkah‑langkah pencegahan yang efektif.
Memahami tanda‑tanda awal penyakit sangat penting, karena banyak penyakit pada burung memiliki progresi yang cepat. Sebagai contoh, infeksi bakteri pada saluran pernapasan dapat berujung pada pneumonia dalam hitungan hari jika tidak ditangani dengan tepat. Begitu pula parasit internal yang mengganggu proses pencernaan dapat menyebabkan penurunan berat badan drastis, mengurangi kemampuan burung untuk bersuara dan mengembangkan bulu yang indah. Artikel ini akan mengupas secara mendalam sepuluh penyakit paling umum yang menyerang burung paon pancawarna jantan, lengkap dengan tips pencegahan dan penanganannya.
Sebelum masuk ke detail penyakit, penting juga untuk meninjau kembali dasar‑dasar pemeliharaan yang baik. Kualitas kandang, kebersihan, serta pilihan pakan yang tepat menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko penyakit. Jika Anda belum membaca panduan lengkap tentang persiapan kandang yang ideal, silakan kunjungi panduan persiapan kandang yang ideal untuk memastikan lingkungan tempat burung Anda tinggal sudah optimal.
Penyakit Pernapasan: Flu Burung (Avian Influenza) dan Bronkitis

Avian Flu | Maricopa County, AZ
Burung paon pancawarna jantan sangat rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, terutama di lingkungan yang lembap atau kurang ventilasi. Flu burung (Avian Influenza) dapat menyebar melalui droplet udara, sementara bronkitis biasanya disebabkan oleh bakteri sekunder seperti Escherichia coli atau Staphylococcus aureus.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
- Sesak napas atau napas berbunyi keras (stridor).
- Hidung berair atau berwarna kuning kehijauan.
- Penurunan nafsu makan dan keletihan.
- Kotoran berwarna lebih gelap atau berdarah.
Langkah Pencegahan
Pastikan kandang memiliki sirkulasi udara yang baik dan hindari penumpukan kotoran basah. Penggunaan 15 Tips Pemeliharaan Burung Paok Pancawarna di Rumah dapat membantu menjaga kebersihan serta mengurangi stres pada burung.
Penanganan
Jika gejala muncul, segera isolasi burung yang sakit dan konsultasikan dengan dokter hewan. Pengobatan biasanya melibatkan antibiotik spektrum luas untuk bronkitis, serta vaksinasi atau tindakan karantina ketat untuk flu burung.
Penyakit Kulit: Dermatitis dan Jamur Aspergillus

Mengenal Infeksi akibat Jamur Aspergillus
Kulit burung paon pancawarna jantan dapat terkena infeksi jamur atau bakteri yang menimbulkan lesi, keropeng, dan kehilangan bulu. Aspergillus spp. adalah jamur paling umum yang menyerang kulit serta sistem pernapasan burung.
Gejala Utama
- Bintik merah atau kuning pada kulit, terutama di area leher dan sayap.
- Kehilangan bulu (alopecia) di daerah yang terinfeksi.
- Gatal yang menyebabkan burung sering menggaruk atau menggosokkan diri pada benda keras.
Pencegahan Efektif
Menjaga kebersihan kandang, terutama mengganti alas tidur secara rutin, sangat penting. Penggunaan disinfektan yang aman untuk burung dapat menurunkan kadar spora jamur di lingkungan.
Terapi dan Perawatan
Pengobatan topikal dengan krim antijamur atau antibiotik sesuai rekomendasi dokter hewan biasanya diperlukan. Dalam kasus infeksi Aspergillus sistemik, pemberian obat antijamur oral seperti itraconazole dapat dipertimbangkan.
Infeksi Saluran Pencernaan: Coccidiosis dan Giardiasis

Materi Infeksi Bakteri Pada Pencernaan | PDF
Parasit protozoa seperti Coccidia dan Giardia sering menyerang burung paon pancawarna jantan yang diberikan air atau pakan yang terkontaminasi. Infeksi ini dapat mengakibatkan diare berdarah, penurunan berat badan, dan penurunan produksi suara.
Ciri‑ciri Infeksi
- Diare berwarna kuning kehitaman atau berdarah.
- Penurunan berat badan meski pakan tetap diberikan.
- Kehilangan nafsu makan dan lesu.
Strategi Pencegahan
Pastikan air minum selalu bersih dan ganti secara teratur. Gunakan pakan berkualitas tinggi yang disimpan dalam wadah kedap udara. Untuk informasi lebih lengkap tentang pakan terbaik, kunjungi 7 Makanan Terbaik untuk Burung Paok Pancawarna Jantan.
Pengobatan
Obat antiprotozoa seperti amprolium atau metronidazol dapat diberikan sesuai dosis yang direkomendasikan dokter hewan. Penting untuk melakukan deworming secara berkala sebagai bagian dari program kesehatan rutin.
Penyakit Metabolik: Defisiensi Vitamin A dan Kalsium

PPT – VITAMIN PowerPoint Presentation, free download – ID:6413948
Kekurangan nutrisi esensial dapat menimbulkan masalah pada mata, kulit, serta sistem kerangka. Burung paon pancawarna jantan yang hanya diberi pakan komersial tanpa tambahan sayuran segar berisiko mengalami defisiensi vitamin A.
Gejala Khas
- Penglihatan kabur atau mata kering.
- Keratinisasi pada kulit dan keratin pada ujung paruh.
- Kelainan pada pertumbuhan tulang, terutama pada anak burung.
Solusi Nutrisi
Berikan suplemen vitamin A dan kalsium secara rutin, serta tambahkan sayuran hijau seperti bayam dan kale dalam menu harian. 7 Rahasia Pakan Terbaik untuk Burung Paok Pancawarna menyediakan rekomendasi pakan yang seimbang.
Gangguan Reproduksi: Infertilitas Akibat Infeksi Mycoplasma
Mycoplasma gallisepticum dapat menginfeksi sistem reproduksi burung jantan, menyebabkan penurunan kualitas sperma dan bahkan infertilitas. Infeksi ini juga dapat menular ke burung betina, menurunkan tingkat penetasan telur.
Gejala Pada Jantan
- Penurunan produksi suara atau kicau yang lemah.
- Pembengkakan pada testis.
- Penurunan aktivitas seksual.
Pencegahan dan Pengendalian
Vaksinasi rutin terhadap Mycoplasma serta skrining kesehatan sebelum memperkenalkan burung baru ke dalam kawanan sangat dianjurkan. Isolasi burung yang terinfeksi selama masa perawatan dapat mencegah penyebaran.
Penyakit Sistem Saraf: Stres dan Kejang

PPT – STRES DAN PENYAKIT PowerPoint Presentation, free download – ID
Stres berlebihan akibat faktor lingkungan seperti kebisingan, pencahayaan yang tidak tepat, atau interaksi agresif dengan burung lain dapat memicu gangguan saraf. Kejang pada burung paon pancawarna jantan biasanya disertai gerakan tubuh yang tidak terkendali.
Tanda‑tanda Stres
- Gemetaran atau goyangan sayap yang tidak teratur.
- Kehilangan nafsu makan secara tiba‑tiba.
- Perilaku agresif atau isolasi diri.
Langkah Mengurangi Stres
Berikan cahaya alami yang cukup, hindari suara keras, dan sediakan tempat persembunyian di dalam kandang. Menjaga rutinitas harian yang konsisten juga membantu mengurangi kecemasan pada burung.
Penyakit Jantung: Kardiomiopati

Apa Itu Kardiomiopati: Jenis, Gejala, Penyebab dan Pengobatannya
Kardiomiopati pada burung paon pancawarna jantan biasanya bersifat degeneratif dan dapat dipicu oleh diet tinggi lemak atau kekurangan nutrisi penting. Penyakit ini menurunkan kemampuan burung untuk terbang dan mengeluarkan suara yang kuat.
Gejala Kardiomiopati
- Sesak napas saat beraktivitas.
- Keletihan yang berlebihan bahkan pada aktivitas ringan.
- Peningkatan frekuensi detak jantung yang terdengar pada pemeriksaan auskultasi.
Pencegahan
Kontrol asupan lemak dalam pakan, serta pastikan burung mendapatkan cukup vitamin E dan selenium yang berperan dalam fungsi otot jantung. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk pemeriksaan rutin pada usia dewasa.
Infeksi Paru: Aspergilosis Kronis

Pencitraan Radiologi Aspergilosis Paru | PDF
Aspergilosis kronis disebabkan oleh spora Aspergillus yang terhirup dan menetap di paru‑paru burung. Kondisi ini biasanya muncul pada burung yang tinggal di lingkungan lembap dan kurang ventilasi.
Gejala Utama
- Batuk kering atau berbunyi serak.
- Penurunan berat badan meski pakan tetap diberikan.
- Suara kicau menjadi lemah atau tidak konsisten.
Pengobatan
Penggunaan antijamur sistemik seperti terbinafin atau itraconazole selama 4‑6 minggu dapat membantu mengendalikan infeksi. Kebersihan kandang yang ketat dan pengurangan kelembapan sangat penting untuk mencegah kambuh.
Penyakit Gigi dan Paruh: Overgrowth (Pertumbuhan Berlebih)
Burung paon pancawarna jantan memiliki paruh yang terus tumbuh seumur hidup. Jika tidak ada cukup bahan keras untuk mengikisnya, paruh dapat menjadi terlalu panjang, mengganggu makan dan menimbulkan infeksi.
Identifikasi Masalah
- Paruh terlihat tidak rata atau melengkung.
- Burung kesulitan memecahkan biji atau mengunyah pakan.
- Adanya luka atau bisul pada ujung paruh.
Solusi Praktis
Sediakan mainan kayu keras atau batu-batu khusus yang dapat membantu mengikis paruh secara alami. Jika paruh sudah terlalu panjang, kunjungi dokter hewan untuk pemangkasan yang aman.
Penyakit Kulit Lain: Dermatitis Akibat Alergi Pakan

Dermatitis Kontak Alergi: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Alergi makanan dapat memicu dermatitis pada burung paon pancawarna jantan. Reaksi alergi biasanya muncul setelah perubahan pakan atau pemberian makanan baru tanpa adaptasi bertahap.
Gejala Reaksi Alergi
- Ruam merah pada kulit, terutama di sekitar leher dan dada.
- Gatal yang menyebabkan burung sering menggaruk.
- Penurunan nafsu makan akibat ketidaknyamanan.
Manajemen Alergi
Identifikasi bahan alergen dengan melakukan diet elimination selama 2‑3 minggu, kemudian tambahkan satu jenis pakan baru secara bertahap. Jika gejala tidak mereda, konsultasikan dengan dokter hewan untuk tes alergi spesifik.
Tips Praktis untuk Mencegah Alergi
- Gunakan pakan komersial yang sudah teruji kualitasnya.
- Hindari memberikan makanan mentah atau sisa dapur yang belum teruji keamanannya.
- Selalu sediakan air bersih dan segar.
Dengan memahami sepuluh penyakit umum di atas, pemilik burung paon pancawarna jantan dapat lebih siap dalam mengidentifikasi masalah sejak dini. Pengawasan rutin, kebersihan kandang, serta nutrisi yang seimbang menjadi pondasi utama untuk mencegah penyakit. Jika terdapat gejala yang mencurigakan, jangan menunda untuk menghubungi dokter hewan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Perawatan yang konsisten tidak hanya menjaga kesehatan fisik burung, tetapi juga mendukung kualitas suara dan penampilan bulu yang menawan, menjadikan burung paon pancawarna jantan Anda tetap menjadi kebanggaan di rumah.