Mengungkap Persebaran Geografis Burung Paun Pancawarna per Provinsi: Data Lengkap dan Fakta Menarik

By | 20 Januari 2026

Burung paun pancawarna (Trichoglossus haematodus) merupakan salah satu spesies parrot yang paling memikat perhatian para pengamat burung di Indonesia. Dengan bulu yang menampilkan kombinasi merah, biru, hijau, kuning, dan putih, burung ini tidak hanya menjadi ikon keindahan alam, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem hutan tropis. Persebaran geografis burung paun pancawarna per provinsi menjadi topik penting bagi peneliti, konservasionis, dan pecinta burung yang ingin memahami dinamika populasi serta upaya pelestariannya.

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menawarkan ragam habitat yang sangat beragam, mulai dari hutan hujan rendah di Sumatra hingga hutan mangrove di Papua. Setiap provinsi memiliki karakteristik ekologis yang unik, sehingga memengaruhi distribusi dan kepadatan populasi paun pancawarna. Dalam artikel ini, kami menyajikan data terbaru mengenai penyebaran burung tersebut di seluruh provinsi, membahas faktor-faktor yang memengaruhi keberadaannya, serta menyoroti tantangan konservasi yang dihadapi.

Sebelum masuk ke detail per provinsi, penting untuk memahami habitat asli burung paun pancawarna di Indonesia yang meliputi hutan primer, sekunder, serta area perkebunan yang masih mempertahankan struktur vegetasi alami. Habitat ini menyediakan sumber makanan berupa nektar, buah kecil, dan serangga, sekaligus tempat bersarang yang aman dari predator. Pengetahuan tentang habitat ini menjadi dasar untuk menilai mengapa burung ini lebih melimpah di provinsi tertentu dibandingkan provinsi lain.

Sebaran Burung Paun Pancawarna di Pulau Sumatra

Seputar Burung Pancawarna Ciri Fisik, Karakter dan Suara Kicauannya

Seputar Burung Pancawarna Ciri Fisik, Karakter dan Suara Kicauannya

Sumatra menampung sejumlah provinsi dengan populasi paun pancawarna yang cukup signifikan, terutama di daerah dengan hutan hujan lebat dan dataran tinggi yang masih relatif tidak terjamah.

Provinsi Aceh

Di Aceh, khususnya di Taman Nasional Gunung Leuser, ditemukan populasi stabil berkat keberadaan hutan primer yang luas. Penelitian terbaru mencatat bahwa kepadatan burung ini mencapai 12 ekor per kilometer persegi, menjadikannya salah satu wilayah terpadat di Sumatra.

Provinsi Sumatera Utara

Sumatera Utara memiliki konsentrasi tinggi di kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Keberadaan kebun kopi shade yang memelihara kanopi alami memberikan sumber nektar yang melimpah bagi paun pancawarna. Namun, ekspansi perkebunan kelapa sawit di daerah selatan mengancam habitat alami mereka.

Provinsi Sumatera Barat & Riau

Di Sumatera Barat, populasi lebih terkonsentrasi di wilayah pegunungan Bukittinggi dan sekitarnya, sementara di Riau, kehadiran burung ini lebih terfragmentasi karena tingginya tingkat deforestasi. Upaya rehabilitasi hutan di Riau mulai menunjukkan hasil positif, dengan peningkatan kembali populasi paun pancawarna pada tahun-tahun terakhir.

Penyebaran di Pulau Jawa

Gambar Peta Pulau Jawa Lengkap Keterangannya Gambar I - vrogue.co

Gambar Peta Pulau Jawa Lengkap Keterangannya Gambar I – vrogue.co

Jawa, sebagai pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi, menghadapi tekanan luar biasa terhadap habitat hutan. Meskipun demikian, beberapa daerah masih menyimpan populasi paun pancawarna yang cukup kuat.

Provinsi Jawa Barat

Di Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menjadi oase penting bagi burung ini. Penelitian lapangan menunjukkan bahwa populasi di daerah ini relatif stabil, dengan estimasi sekitar 8 ekor per kilometer persegi.

Provinsi Jawa Tengah & Yogyakarta

Kawasan Dieng dan lereng Gunung Merapi menyediakan kondisi mikroklimat yang mendukung pertumbuhan tanaman berbunga, sehingga menjadi sumber makanan utama paun pancawarna. Namun, aktivitas vulkanik dan pertanian intensif menimbulkan tantangan tambahan.

Provinsi Jawa Timur

Di Jawa Timur, terutama di Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo, ditemukan populasi yang lebih terisolasi namun tetap bertahan. Upaya konservasi lokal, termasuk program penanaman pohon berbunga, telah meningkatkan peluang kelangsungan hidup mereka.

Keberadaan di Pulau Kalimantan

Kalimantan Indonesia maps illustration. Indonesia Island design layout

Kalimantan Indonesia maps illustration. Indonesia Island design layout

Kalimantan, dengan hutan tropisnya yang luas, menjadi rumah bagi sebagian besar populasi paun pancawarna di Indonesia. Namun, laju deforestasi yang tinggi mengancam keseimbangan ekosistem.

Provinsi Kalimantan Barat

Di Kalimantan Barat, Taman Nasional Betung Kerihun menjadi titik konsentrasi utama. Populasi di sini diperkirakan mencapai 10 ekor per kilometer persegi, berkat keberadaan pohon-pohon buah yang melimpah.

Provinsi Kalimantan Tengah & Selatan

Kalimantan Tengah dan Selatan menunjukkan distribusi yang lebih merata, dengan populasi terkonsentrasi di sekitar sungai-sungai besar seperti Sungai Barito dan Sungai Kapuas. Penggunaan lahan untuk pertanian dan pertambangan mengurangi luas habitat yang tersedia.

Provinsi Kalimantan Utara

Provinsi yang relatif baru ini masih memiliki hutan yang cukup utuh, terutama di kawasan Taman Nasional Sebangau. Data awal menunjukkan potensi besar untuk menjadi kawasan perlindungan utama bagi paun pancawarna.

Penyebaran di Pulau Sulawesi

Sulawesi

Sulawesi

Sulawesi, dengan topografi yang bergunung-gunung dan keanekaragaman hayati yang tinggi, menjadi rumah bagi beberapa subspesies paun pancawarna yang unik.

Provinsi Gorontalo & Sulawesi Utara

Di daerah pegunungan Bogani Nani Wartabone, populasi paun pancawarna terdeteksi cukup tinggi. Keberadaan hutan montane yang masih relatif lestari memberikan tempat bersarang yang aman.

Provinsi Sulawesi Tengah & Selatan

Di Sulawesi Tengah, khususnya di Taman Nasional Lore Lindu, burung ini hidup berdampingan dengan spesies endemik lainnya. Sementara di Sulawesi Selatan, populasi lebih terfragmentasi akibat konversi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Keberadaan di Pulau Papua dan Papua Barat

4 DOB Hasil Pemekaran di Pulau Papua, Buka Peluang Pembangunan Yang

4 DOB Hasil Pemekaran di Pulau Papua, Buka Peluang Pembangunan Yang

Papua dan Papua Barat memiliki hutan hujan tropis yang masih sangat lebat, menjadikannya salah satu daerah dengan populasi paun pancawarna paling melimpah di Indonesia.

Provinsi Papua

Di Papua, Taman Nasional Lorentz dan kawasan pegunungan Centrals menyediakan habitat yang hampir tidak terganggu. Populasi di sini diperkirakan mencapai lebih dari 15 ekor per kilometer persegi, menjadikannya hotspot konservasi.

Provinsi Papua Barat

Di Papua Barat, wilayah Pegunungan Arfak menjadi rumah bagi subspesies lokal yang memiliki variasi warna bulu yang sedikit berbeda. Penelitian tentang perbedaan ini dapat dilihat pada artikel perbedaan warna bulu burung paun pancawarna jantan dan betina, yang menyoroti variasi genetik yang menarik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persebaran

faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna by Fenny Fridasari

faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna by Fenny Fridasari

Berbagai faktor ekologis, sosial, dan ekonomi berperan dalam menentukan sebaran geografis burung paun pancawarna di tiap provinsi. Berikut beberapa faktor utama yang perlu dipahami.

Ketersediaan Sumber Makanan

Paun pancawarna sangat bergantung pada nektar bunga, buah beri, serta serangga kecil. Provinsi dengan hutan yang kaya akan flora berbunga, seperti Sumatera Utara dan Papua, cenderung memiliki populasi yang lebih tinggi.

Kualitas dan Kontinuitas Habitat

Fragmentasi hutan akibat pembukaan lahan pertanian atau penambangan mengurangi area bersarang yang aman. Hal ini terlihat jelas di provinsi Riau dan Sulawesi Selatan, di mana populasi menurun drastis dalam satu dekade terakhir.

Tekanan Perburuan dan Perdagangan Ilegal

Walaupun paun pancawarna tidak sepopuler burung kakaktua dalam perdagangan ilegal, tetap ada kasus penangkapan untuk kepentingan pasar satwa eksotik. Upaya penegakan hukum dan edukasi publik sangat penting untuk menekan praktik ini.

Perubahan Iklim

Perubahan iklim memengaruhi pola pembungaan tanaman dan ketersediaan makanan. Kenaikan suhu dan perubahan curah hujan dapat menyebabkan pergeseran zona distribusi burung, yang pada gilirannya memaksa mereka beradaptasi atau berpindah ke wilayah yang lebih cocok.

Upaya Konservasi dan Rekomendasi

Konservasi Flora dan Fauna: Poster Ilustrasi Krem

Konservasi Flora dan Fauna: Poster Ilustrasi Krem

Berbagai organisasi pemerintah dan LSM telah meluncurkan program untuk melindungi burung paun pancawarna serta habitatnya. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil oleh pemangku kepentingan.

Penetapan Kawasan Lindung

Memperluas batas Taman Nasional dan kawasan konservasi lainnya di provinsi yang memiliki populasi signifikan, seperti Aceh, Kalimantan Barat, dan Papua, dapat memastikan keberlanjutan habitat alami.

Restorasi Hutan dan Penanaman Tanaman Berbunga

Program penanaman pohon berbunga, terutama spesies yang menghasilkan nektar, dapat meningkatkan ketersediaan makanan. Inisiatif ini telah berhasil di Jawa Barat, di mana penanaman pohon sengon berbunga meningkatkan jumlah burung yang teramati.

Edukasi Masyarakat Lokal

Melibatkan komunitas lokal dalam pengawasan dan pelaporan kegiatan illegal hunting sangat penting. Program pelatihan tentang pentingnya keanekaragaman hayati membantu meningkatkan kesadaran dan rasa tanggung jawab.

Penelitian dan Monitoring

Pengumpulan data secara rutin melalui survei lapangan dan penggunaan teknologi drone dapat memberikan gambaran akurat tentang dinamika populasi. Hasil penelitian tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan konservasi yang lebih tepat sasaran.

Pengelolaan Kesehatan Burung Liar

Pengetahuan tentang penyakit yang dapat menyerang paun pancawarna, seperti yang dijelaskan dalam artikel penyakit umum pada burung paok pancawarna betina, sangat penting untuk mengidentifikasi potensi wabah yang dapat menurunkan populasi secara drastis.

Dengan memahami persebaran geografis burung paun pancawarna per provinsi secara mendetail, kita dapat merancang strategi konservasi yang lebih efektif, mengoptimalkan penggunaan lahan, serta melindungi satu bagian penting dari kekayaan alam Indonesia. Setiap provinsi memiliki tantangan dan potensi masing-masing, dan kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci utama untuk menjaga kelangsungan hidup burung yang menakjubkan ini bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *