Udang Berkembang Biak Dengan Cara Apa? Inilah Jawabannya

By | 26 Juni 2023
udang-berkembang-biak-dengan-cara
Udang berkembang biak dengan cara

Udang adalah salah satu jenis makanan laut yang populer dan diminati oleh banyak orang. Selain menjadi santapan lezat, udang juga memiliki potensi besar dalam industri perikanan. Untuk memenuhi permintaan yang tinggi, penting bagi peternak udang untuk memahami cara berkembang biak udang dengan baik.

Untuk menambah wawasan kita bersama, kami akan coba membahas proses reproduksi udang dan teknik pembuahan yang berbeda yang digunakan oleh beberapa jenis udang.

Udang Berkembang Biak Dengan Cara Apa?

Proses Reproduksi Udang

Udang berkembang biak dengan cara bertelur. Indukan udang dapat diperoleh dari penangkapan di alam atau melalui pemuliaan dalam budidaya udang. Proses reproduksi udang melibatkan beberapa tahapan penting. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam perkembangbiakan udang:

Masa Kesiapan Betina

Udang betina yang siap untuk bertelur biasanya berumur sekitar 1 tahun dan memiliki berat lebih dari 40 gram. Pada masa ini, udang betina memasuki masa reproduksi efektif dan akan menghasilkan jumlah telur secara maksimal dan rutin.

Pembuahan

Setelah udang betina dibuahi oleh udang jantan, telur yang dibuahi akan menetas dalam waktu 12-18 jam. Proses pembuahan ini penting dalam memastikan perkembangan embrio udang.

Perkembangan Telur

Proses perkembangan dari telur udang hingga menjadi benur membutuhkan waktu sekitar 26-31 hari di hatchery, tempat pembenihan udang. Selama periode ini, telur udang mengalami perubahan signifikan dalam struktur dan perkembangannya.

Nauplii, Zoea, Mysis, dan Post-larva

Setelah menetas, telur udang berubah menjadi nauplii selama 2 hari. Nauplii kemudian berkembang menjadi zoea dalam waktu 4-5 hari. Zoea kemudian berubah menjadi mysis dalam waktu 3-4 hari. Mysis berlanjut menjadi post-larva (PL) atau yang dikenal juga sebagai benur udang selama 10-15 hari.

Penyebaran di Tambak

Benur udang yang telah terbentuk selanjutnya akan ditebar di tambak sebagai bibit udang yang akan tumbuh dan dikembangbiakkan lebih lanjut. Proses ini merupakan tahap awal dalam pemeliharaan udang di tambak.

Teknik Pembuahan yang Berbeda pada Jenis-jenis Udang

Setiap jenis udang memiliki teknik pembuahan yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh teknik pembuahan yang digunakan oleh jenis-jenis udang tertentu:

Udang Windu (Penaeus monodon fabricius)

Udang windu berkembang biak dengan cara bertelur. Pemijahan udang windu terjadi di laut bebas, terutama pada awal dan akhir musim hujan. Telur-telur diletakkan oleh induk udang di batuan di dasar laut. Proses perkembangbiakan terjadi melalui kopulasi, yaitu dengan merapatkan bagian abdomen masing-masing jenis kelamin.

Udang Vaname

Udang vaname berkembang biak dengan cara kawin. Udang betina yang siap kawin memiliki punggung berwarna oranye dan melepaskan feromon untuk menarik udang jantan. Telur akan dilepaskan oleh induk betina setelah 4-5 jam dan pembuahan terjadi. Udang vaname memiliki empat organ reproduksi pada betina (ovarium, oviduk, lubang genital, dan thelycum) dan empat organ reproduksi pada jantan (testis, vas deferens, petasma, dan apendiks maskulina).

Udang Galah

Udang galah berkembang biak di air tawar dan penetasan telur terjadi di air payau. Induk udang galah mencari perairan berair payau untuk memijah secara alami. Telur yang telah dibuahi akan diletakkan di bawah perut induk betina dan disangga oleh kaki renangnya. Induk udang galah dengan bobot 50 gram dapat menghasilkan 15.000-25.000 butir telur. Telur tersebut menetas setelah 2-4 hari dan dilepaskan ke air payau.

Fakta Menarik tentang Udang

Selain memahami proses berkembang biak udang, terdapat juga beberapa data dan fakta menarik tentang udang yang perlu diketahui. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Dalam 100 gram udang, terdapat 21 gram protein, 0,2 gram lemak, 0,1 gram karbohidrat, 136 miligram kalsium, dan 8 miligram besi. Konsumsi udang dalam jumlah yang cukup dapat menjaga dan meningkatkan sistem metabolisme dan energi tubuh.

Udang windu memiliki nama ilmiah Penaeus monodon fabricius. Nama ilmiah ini digunakan untuk mengidentifikasi spesies udang windu secara spesifik.

Udang vaname memiliki empat organ reproduksi pada betina (ovarium, oviduk, lubang genital, dan thelycum) dan empat organ reproduksi pada jantan (testis, vas deferens, petasma, dan apendiks maskulina). Struktur organ reproduksi yang kompleks ini penting dalam proses reproduksi udang vaname.

Induk udang galah dengan bobot 50 gram dapat menghasilkan 15.000-25.000 butir telur. Telur udang galah menetas setelah 2-4 hari dan dilepaskan ke air payau. Pengetahuan tentang jumlah telur yang dihasilkan oleh induk udang galah dapat membantu peternak dalam perencanaan pemijahan dan pemeliharaan.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kami telah membahas cara berkembang biak udang dan teknik pembuahan yang berbeda pada beberapa jenis udang. Proses reproduksi udang melibatkan tahapan-tahapan yang penting, mulai dari masa kesiapan betina hingga penyebaran benur di tambak.

Memahami proses ini adalah kunci dalam pemeliharaan dan pengembangan udang secara efektif. Dengan pemahaman yang baik tentang udang berkembang biak dengan cara apa, peternak dapat meningkatkan produksi udang secara signifikan dan memenuhi permintaan yang tinggi di pasar. Semoga bermanfaat dan terima kasih.